CLICK HERE FOR THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES »

Selasa, 22 Juli 2008

WaRna sUraBayA




Coret- coretan di tembok sepanjang jalanan memang sering kita temui di jalanan yang sering kita lewati. Sebenarnya siapa sich yang buat coretan-coretan yang kata orang-orang merusak keindahan kota!
Mereka menyebut dirinya Bomber . Pada awalnya Bomber sendiri berasal dari Amerika yang kemudian berkembang di Inggris, Jepang, dan Eropa. Itu semua berkembang dengan versi yang berbeda-beda ya bisa diartikan bahwa setiap negara mempunyai ciri khas tersendiri. Sebenernya pembuat grafity ini tujuannya hanya untuk mencari kepuasan dan kebanggaan tersendiri buat mereka.

Meskipun grafiti pada umumnya bersifat merusak dan menyebabkan tingginya biaya pemeliharaan kebersihan kota, namun grafiti tetap merupakan ekspresi seni yang harus dihargai. Ada banyak sekali seniman terkenal yang mengawali karirnya dari kegiatan grafiti. Grafiti biasanya di buat untuk ketenaran kelompok atau seseorang. Semakin banyak grafiti yang mereka buat, maka makin terkenallah nama pembuatnya. Karena itu grafiti sering di beri tagging atau tanda tangan dari pembuat atau bomber-nya. Semacam tanggung jawab karya.

Biasanya para Bomber mempunyai komunitas tersendiri dan biaya dalam memproduksi Grafiti mereka dapatkan dari patungan pergroup. Tapi pada mulanya mereka memulainya sendiri dan lama kelamaan mencari sebuah kelompok dan membentuk forum atau komunitas. Dalam menghasilkan sebuah grafiti yang bagus nggak sembarangan tempat yang mereka gunakan. Kebanyakan tempat yang mereka gunakan adalah tempat-tempat umum yang ramai dan banyak orang yang lalu lalang di daerah itu.

Salah satu komunitas Bomber Di Surabaya, Wormfomb yang kami wawancarai mengatakan bahwa manfaat nge-Bomb sendiri adalah untuk memperindah kota dan membuat kota itu mempunyai warna tersendiri. Namun terkadang orang-orang salah dalam mengartikan keberadaan Bomber. Resiko terbesar yang mau nggak mau harus diterima para Bomber yaitu diusir satpol pamong praja bahkan pernah diciduk polisi, ya alasan polisi menciduk bomber karena dianggap sudah merusak tata kota. Padahal kalau melihat hasil yang mereka buat malah membuat kota jadi lebih indah bukan merusak kaindahan kota. So, apa yang mereka buat sangat layak untuk dihargai.

“ kami kalo nge-Bomb biasanya malam hari dan juga tergantung mood kita and kalo buat grafiti dibutuhkan suatu kterampilan didalam memodifikasi atau memproduk berbagi bentuk font, untuk memperoleh font yang perfect maka model font harus bervariasi.” Ujar ketiga anak remaja yang ngaku gabung di komunitas Wormfomb ini ( Cino, Dien, Kehong ).

Emang sich nge-Bomb tuch membutuhkan nyali yang sangat besar karena resikonyapun cukup besar. Maka dari tu bagi KaMu yang jago nggambar and punya nyali untuk mengekspresikan diri, Bomber adalah wadah yang tepat untuk mengembangkan bakat kita cause banyak seniman terkenal yang lahir dari para Bomber.